Selasa, 29 September 2015

DAMPAK BAHAN KIMIA TERHADAP KESEHATAN ROHANI ( MENTAL DAN PRILAKU)

BAHAN KIMIA BERBAHAYA RUMAH TANGGA DAPAT JUGA BERDAMPAK PADA GANGGUAN MENTAL DAN PERILAKU!!!

A.    Pendahuluan
            Problematika manusia semakin komplek, himpitan kehidupan gaya hidup dan ketergantungan denga bahan zat kimia telah tak terlepas dari kehidupan dalam rumah tangga di sekitar ini. Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi telah menghasilkan produk-produk industri yang dapat memenuhi kebutuhan manusia sehari-hari. Bahan kimia yang telah diketahui manfaatnya dikembangkan dengan cara membuat produk-produk yang berguna untuk kepentingan manusia dan lingkungannya. Oleh karena itu, kita perlu mengetahui jenis, sifat-sifat, kegunaan, dan efek samping dari setiap produk yang kita gunakan atau kita lihat sehari-hari.
Banyak diantara kita yang ingin mengurangi penggunaan bahan kimia dalam kehidupannya dengan alasan berbahaya,namun coba kita pikir ulang apakah kita bisa benar-benar seutuhnya terlepas dari bahan-bahan kimia tersebut ?
            Tidak hanya berdampak bagi kesehatan jasmani, bahan kimia berbahaya pun memiliki dampak buruk bagi kesehatan  rohani, seperti gangguan  mental dan perilaku emosional. Berbagai responpun muncul dan kini sudah menjadi kebiasaan pada Life Style di masyarakat, ketika dalam melakukan kehidupan sehari-hari tidak lepas dengan namanya kandungan berbahan kimia berbahaya. Bahan kimia berbahaya tidak hanya dalam suatu kemasasn produk makanan bahkan pembersih rumah dan obat keluarga pun tak luput dari namanya bahan kimia berbahaya.. Baik itu obat-obatan yang hanya bersifat menyembuhkan sakit kepala maupun yang bersifat anti depresant dan sebagainya.. Pada kenyataannya, masyarakat yang menggunakan obat psikotropik untuk kepentingan sendiri (non medical use) kebanyakan disertai dengan munculnya masalah sosial, seperti tindakan kriminal dan kenakalan remaja.
            Dalam konteks ini, secara riil dapat kita lihat bahwa dikalangan remaja khususnya telah hilang konsep kesehatan jiwa secara komunal di masyarakat. Kesehatan jiwa disini merupakan bagian yang integral dari kesehatan. Kesehatan jiwa bukan sekedar terbebas dari gangguan jiwa, akan tetapi merupakan suatu hal yang dibutuhkan oleh semua orang. Kesehatan jiwa adalah perasaan sehat dan bahagia serta mampu mengatasi tantangan hidup, dapat menerima orang lain sebagaimana adanya, serta mempunyai sikap positif terhadap diri sendiri dan orang lain. Orang yang sehat jiwa dapat mempercayai orang lain dan senang menjadi bagian dari suatu kelompok.
            Manusia, Kalau kita flash back, masalah zat psikoaktif diawali dari mulainya manusia mengenal tanaman atau bahan lain yang bila digunakan dapat menimbulkan perubahan pada perilaku, kesadaran, pikiran, dan perasaan seseorang. Bahan atau zat tersebut dinamakan bahan atau zat psikoaktif. Sejak itu manusia mulai menggunakan bahan-bahab psikoaktif tersebut untuk tujuan menikmati karena dapat menimbulkan rasa nyaman, rasa sejahtera, euforia, dan mengakrabkan komunikasi dengan orang lain (recreation or social use).
           
Contoh kegiatan sehari-hari dalam rumah tangga
·        orang minikmati kopi dan (yang mengandung kafein),
·        minuman beralkohol dan
·        merokok tembakau (yang mengandung nikotin).

Selain untuk dinikmati, manusia juga menggunakan zat atau bahan psikoaktif untuk berkomunikasi transendental dalam  upacara kepercayaan mereka (ritual atau ceremonial use). Sebagai contoh ololiukui (ololiuqui), suatu ramuan tanaman yang digunakan oleh orang Aztec.
.
B.     Definisi Gangguan Penggunaan Zat
            Gangguan penggunaan zat adalah suatu gangguan jiwa berupa penyimpangan perilaku yang berhubungan dengan pemakaian zat yang dapat mempengaruhi sususan saraf pusat secara kurang lebih teratur sehingga menimbulkan gangguan fungsi sosial.

Klasifikasi gngguan penggunaan zat dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:
1) penyalahgunaan zat,
merupakan suatu pola penggunaan zat yang bersifat patologik, paling sedikit satu bulan lamanya, sehngga menimbulkan gangguan fungsi sosial atau okupasional. Gangguan yang dapat terjadi adalah gangguaan fungsi sosial yang berupa ketidakmampuan memenuhi kewajiban terhadap keluarga atau kawan-kawannya karena perilakunya yang tidak wajar, impulsif, atau karena ekspresi perasaan agresif yang tidak wajar. Dapat pula berupa pelanggaran lalu lintas dan kecelakaan lalu lintas akibat intoksikasi, serta perbuatan kriminal lainnya karena motivasi memperoleh uang

(2)   Ketergantungan zat,
merupakan suatu bentuk gangguan penggunaan zat yang pada umunya lebih berat. Terdapat ketergantungan fisik yang ditandai dengan adanya toleransi atau sindroma putus zat. Zat-zat yang sering dipakai, yang dapat menyebabkan gangguan penggunaan zat dapat digolongkan sebagai berikut :
1.  Alkohol (  Etillkohol ) Yang Terdapat Dalam Minuman keras 
2.  Amfetamin
3.  Halusinogen, Misalnya LSD, meskalin, psilosin, dan psilosibin
4. Nikotin yang terdapat dalam tembakau
5. Kafein yang terdapat dalam kopi, teh, dan minuman kola
Semua zat yang disebutkan di atas mempunyai pengaruh pada susunan saraf pusat sehingga disebut zat psikotropika psikoaktif. Tidak semua zat psikotropik dapat menimbulkan gangguan penggunaan zat.
                        Obat psikotropika adalah obat yang bekerja secara selektif pada susunan saraf pusat dan mempunyai efek utama terhadap aktfitas mental dan perilaku. Pada umumnya obat ini biasa digunakan untuk terapi gangguan psikiatrik. Obat psikotropika adalah obat yang bekerja secara selektif pada susunan saraf pusat dan mempunyai efek utama terhadap aktivitas mental dan prilaku. Obat in biasanya digunakan untuk terapi gangguan psikiatrik.


C. Zat-zat kimia yang merusak mental,psikis dan perilaku
Yang dimaksud disini adalah bahan/zat yang berpengaruh psikoaktif, meliputi :
a)      Minuman berakohol,
Mengandung etanol etil alkohol, yang berpengaruh menekan susunan syaraf pusat,dan sering menjadi bagian dari kehidupan manusia sehari-hari dalam kebudayaan tertentu..
Ada 3 golongan minuman berakohol, yaitu :
- Golongan A : kadar etanol 1-5%, (Bir)
- Golongan B : kadar etanol 5-20%, (Berbagai jenis minuman anggur)
- Golongan C : kadar etanol 20-45 %, (Whiskey, Vodca, TKW, Manson House,Johny Walker, Kamput.)

b)     Inhalansia (gas yang dihirup) dan solven (zat pelarut) mudah menguap
berupa senyawa organik, yang terdapat pada berbagai barang keperluan rumah tangga, kantor dan sebagai pelumas mesin. Yang sering disalah gunakan, antara lain : Lem, thinner, penghapus cat kuku, bensin.       

c)      Tembakau :
Pemakaian tembakau yang mengandung nikotin sangat luas di masyarakat., pemakaian rokok dan alkohol terutama pada remaja, harus menjadi bagian dari upaya pencegahan, karena rokok dan alkohol sering lebih berbahaya.      
- Penggunaan dengan resep dokter : amfetamin, sedatif hipnotika.
- Diperjual belikan secara bebas : lem, thinner dan lain-lain.
- Ada batas umur dalam penggunannya : alkohol, rokok.

d)      SEDATIF-HIPNOTIK (BENZODIAZEPIN)
Digolongkan zat sedatif (obat penenang) dan hipnotika (obat tidur) Nama jalanan dari Benzodiazepin : BK, Dum, Lexo, MG, Rohyp. Pemakaian benzodiazepin dapat melalui : oral,intra vena dan rectal. Penggunaan dibidang medis untuk pengobatan kecemasan dan stres serta sebagai hipnotik (obat tidur).

e)      SOLVENT / INHALANSIA
Adalah uap gas yang digunakan dengan cara dihirup.
Contohnya :
Aerosol,
aica aibon,
isi korek api gas,
cairan untuk dry cleaning,
tiner,
uap bensin.  
Biasanya digunakan secara coba-coba oleh anak dibawah umur golongan kurang mampu/ anak jalanan.  Efek yang ditimbulkan : pusing, kepala terasa berputar, halusinasi ringan, mual, muntah, gangguan fungsi paru, liver dan jantung.

f)       ALKOHOL
Merupakan salah satu zat psikoaktif yang sering digunakan manusia. Diperoleh dari proses fermentasi madu, gula, sari buah dan umbi-umbian. Dari proses fermentasi diperoleh alkohol dengan kadar tidak lebih dari 15%, dengan proses penyulingan di pabrik dapat dihasilkan kadar alkohol yang lebih tinggi bahkan mencapai 100%.  Nama jalanan alkohol : booze, drink. Konsentrasi maksimum alkohol dicapai 30-90 menit setelah tegukan terakhir. Sekali diabsorbsi, etanol didistribusikan keseluruh jaringan tubuh dan cairan tubuh. Sering dengan peningkatan kadar alkohol dalam darah maka orang akan menjadi euforia, namun sering dengan penurunannya pula orang menjadi depresi.

D.    Ciri-ciri Umum dari Dampak Bahan Kimia Berbahaya bagi mental dan prilaku
. Ciri-ciri tersebut antara lain :
a)  Cenderung membrontak dan menolak otoritas
b) Cenderung memiliki gangguan jiwa lain (komorbiditas) seperti Depresi,Ccemas, Psikotik, keperibadian dissosial
c)  Perilaku menyimpang dari aturan atau norma yang berlaku
d) Rasa kurang percaya diri (low selw-confidence), rendah diri dan memiliki citra diri negatif (low self-esteem)
e)  Sifat mudah kecewa, cenderung agresif dan destruktif
f)  Mudah murung,pemalu, pendiam
g)  Mudah mertsa bosan dan jenuh
h)  Keingintahuan yang besar untuk mencoba atau penasaran
i)  Keinginan untuk bersenang-senang (just for fun)
j) Keinginan untuk mengikuti mode,karena dianggap sebagai lambang keperkasaan dan kehidupan modern.
k)  Keinginan untuk diterima dalam pergaulan.
l)  Identitas diri yang kabur, sehingga merasa diri kurang “jantan”
m) Tidak siap mental untuk menghadapi tekanan pergaulan sehingga sulit mengambil keputusan
n)  Kemampuan komunikasi rendah
o)  Melarikan diri sesuatu (kebosanan,kegagalan, kekecewaan,ketidak mampuan, kesepianan kegetiran hidup,malu dan lain-lain)
p) Putus sekolah
q) Kurang menghayati iman kepercayaannya

E. Karakteristik orang dari dampak bahan kimia berbahaya
Mereka mempunyai karakteristik sebagai berikut :
1) ANAK :
Ciri-ciri pada anak yang mempunyai risiko tinggi terkena bahan kimia berbahaya dirumah  antara lain :
a) sulit memusatkan perhatian pada suatu kegiatan (tidak tekun).
b) sering sakit
c) mudah kecewa
d) mudah murung
e)   agresif dan destruktif
f)   sering berbohong, mencari atau melawan tata tertib
g)  Anak denga IQ taraf perbatasan (IQ 70-90)

2. REMAJA :
Ciri-ciri remaja yang mempunyai risiko tinggi terkena bahan kimia berbahaya dirumah  antara lain       :
a) Rasa rendah diri, kurang percaya diri dan mempunyai citra diri negatif
b)   sifat sangat tidak sabar
c)  diliputi rasa sedih (depresi) atau cemas (ansietas)
d)  cenderung melakukan sesuatu yang mengandung risiko tinggi/bahaya
e)  cenderung memberontak
f)   tidak mau mengikutu peraturan/tata nilai yang berlaku
g)  kurang taat beragama
h)  motivasi belajar rendah
i)   tidak suka kegiatan ekstrakurikuler
j)  hambatan atau penyimpangan dalam perkembangan psikoseksual (pemalu,sulit bergaul, sering masturbasi, suka menyendiri, kurang bergaul dengan lawan jenis).
k) mudah menjadi bosan,jenuh,murung.
l) cenderung merusak diri sendiri

3. KELUARGA
Ciri-ciri keluarga yang mempunyai risiko tinggi, terkena bahan kimia berbahaya dirumah  antara lain   :
a)   kurang komunikatif dengan anak
b)   terlalu mengatur anak
      c)   terlalu menuntut anaknya secara berlebihan agar berprestasi diluar kemampuannya
      d)   kurang memberi perhatian pada anak karena terlalu sibuk
e)   kurang harmonis,sering bertengkar,orang tua berselingkuh atau ayah menikah lagi
f) tidak memiliki standar norma baik-buruk atau benar salah yang jelas
g)  tidak dapat menjadikan dirinya teladan

SUMBER RUJUKAN
Declerg. L. 1994. Tingkah Laku Abnormal, Sudut Pandang Perkembangan. Jakarta: Grasindo
Soekadji, S. 1990. Pengantar Psikologi.Jakarta
Sulistyaningsih. 2002. Psikologi Abnormal dan Psikopatologi. Malang: STIT Malang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar