BAHAN KIMIA BERBAHAYA RUMAH TANGGA DAPAT JUGA BERDAMPAK PADA
GANGGUAN MENTAL DAN PERILAKU!!!
A. Pendahuluan
Problematika
manusia semakin komplek, himpitan kehidupan gaya hidup dan ketergantungan denga
bahan zat kimia telah tak terlepas dari kehidupan dalam rumah tangga di sekitar
ini. Berkembangnya ilmu pengetahuan dan
teknologi telah menghasilkan produk-produk industri yang dapat memenuhi
kebutuhan manusia sehari-hari. Bahan kimia yang telah diketahui manfaatnya
dikembangkan dengan cara membuat produk-produk yang berguna untuk kepentingan
manusia dan lingkungannya. Oleh karena itu, kita perlu mengetahui jenis,
sifat-sifat, kegunaan, dan efek samping dari setiap produk yang kita gunakan
atau kita lihat sehari-hari.
Banyak
diantara kita yang ingin mengurangi penggunaan bahan kimia dalam kehidupannya
dengan alasan berbahaya,namun coba kita pikir ulang apakah kita bisa
benar-benar seutuhnya terlepas dari bahan-bahan kimia tersebut ?
Tidak
hanya berdampak bagi kesehatan jasmani, bahan kimia berbahaya pun memiliki
dampak buruk bagi kesehatan rohani,
seperti gangguan mental dan perilaku
emosional. Berbagai responpun muncul dan kini sudah menjadi kebiasaan pada Life
Style di masyarakat, ketika dalam melakukan kehidupan sehari-hari tidak
lepas dengan namanya kandungan berbahan kimia berbahaya. Bahan kimia berbahaya
tidak hanya dalam suatu kemasasn produk makanan bahkan pembersih rumah dan obat
keluarga pun tak luput dari namanya bahan kimia berbahaya.. Baik itu
obat-obatan yang hanya bersifat menyembuhkan sakit kepala maupun yang bersifat
anti depresant dan sebagainya.. Pada kenyataannya, masyarakat yang menggunakan
obat psikotropik untuk kepentingan sendiri (non medical use) kebanyakan
disertai dengan munculnya masalah sosial, seperti tindakan kriminal dan
kenakalan remaja.
Dalam
konteks ini, secara riil dapat kita lihat bahwa dikalangan remaja khususnya
telah hilang konsep kesehatan jiwa secara komunal di masyarakat. Kesehatan jiwa
disini merupakan bagian yang integral dari kesehatan. Kesehatan jiwa bukan
sekedar terbebas dari gangguan jiwa, akan tetapi merupakan suatu hal yang
dibutuhkan oleh semua orang. Kesehatan jiwa adalah perasaan sehat dan bahagia
serta mampu mengatasi tantangan hidup, dapat menerima orang lain sebagaimana
adanya, serta mempunyai sikap positif terhadap diri sendiri dan orang lain.
Orang yang sehat jiwa dapat mempercayai orang lain dan senang menjadi bagian
dari suatu kelompok.
Manusia,
Kalau kita flash back, masalah zat psikoaktif diawali dari mulainya manusia
mengenal tanaman atau bahan lain yang bila digunakan dapat menimbulkan
perubahan pada perilaku, kesadaran, pikiran, dan perasaan seseorang. Bahan atau
zat tersebut dinamakan bahan atau zat psikoaktif. Sejak itu manusia mulai
menggunakan bahan-bahab psikoaktif tersebut untuk tujuan menikmati karena dapat
menimbulkan rasa nyaman, rasa sejahtera, euforia, dan mengakrabkan komunikasi
dengan orang lain (recreation or social use).
Contoh kegiatan sehari-hari dalam rumah tangga
·
orang minikmati kopi dan (yang mengandung
kafein),
·
minuman beralkohol dan
·
merokok tembakau (yang mengandung nikotin).
Selain untuk
dinikmati, manusia juga menggunakan zat atau bahan psikoaktif untuk
berkomunikasi transendental dalam upacara
kepercayaan mereka (ritual atau ceremonial use). Sebagai contoh ololiukui
(ololiuqui), suatu ramuan tanaman yang digunakan oleh orang Aztec.
.
B.
Definisi Gangguan Penggunaan Zat
Gangguan
penggunaan zat adalah suatu gangguan jiwa berupa penyimpangan perilaku yang berhubungan
dengan pemakaian zat yang dapat mempengaruhi sususan saraf pusat secara kurang
lebih teratur sehingga menimbulkan gangguan fungsi sosial.
Klasifikasi gngguan penggunaan zat dapat
dibedakan menjadi dua, yaitu:
1)
penyalahgunaan
zat,
merupakan suatu
pola penggunaan zat yang bersifat patologik, paling sedikit satu bulan lamanya,
sehngga menimbulkan gangguan fungsi sosial atau okupasional. Gangguan yang
dapat terjadi adalah gangguaan fungsi sosial yang berupa ketidakmampuan
memenuhi kewajiban terhadap keluarga atau kawan-kawannya karena perilakunya
yang tidak wajar, impulsif, atau karena ekspresi perasaan agresif yang tidak
wajar. Dapat pula berupa pelanggaran lalu lintas dan kecelakaan lalu lintas
akibat intoksikasi, serta perbuatan kriminal lainnya karena motivasi memperoleh
uang
(2)
Ketergantungan
zat,
merupakan suatu
bentuk gangguan penggunaan zat yang pada umunya lebih berat. Terdapat
ketergantungan fisik yang ditandai dengan adanya toleransi atau sindroma putus
zat. Zat-zat yang sering dipakai, yang dapat menyebabkan gangguan penggunaan
zat dapat digolongkan sebagai berikut :
1. Alkohol (
Etillkohol ) Yang Terdapat Dalam Minuman keras
2. Amfetamin
3. Halusinogen, Misalnya LSD, meskalin,
psilosin, dan psilosibin
4.
Nikotin yang terdapat dalam tembakau
5.
Kafein yang terdapat dalam kopi, teh, dan minuman kola
Semua zat yang disebutkan di atas mempunyai
pengaruh pada susunan saraf pusat sehingga disebut zat psikotropika psikoaktif.
Tidak semua zat psikotropik dapat menimbulkan gangguan penggunaan zat.
Obat psikotropika adalah obat yang
bekerja secara selektif pada susunan saraf pusat dan mempunyai efek utama terhadap
aktfitas mental dan perilaku. Pada umumnya obat ini biasa digunakan untuk
terapi gangguan psikiatrik. Obat psikotropika adalah obat yang bekerja secara
selektif pada susunan saraf pusat dan mempunyai efek utama terhadap aktivitas
mental dan prilaku. Obat in biasanya digunakan untuk terapi gangguan
psikiatrik.
C.
Zat-zat kimia yang merusak mental,psikis dan
perilaku
Yang dimaksud disini adalah bahan/zat yang
berpengaruh psikoaktif, meliputi :
a)
Minuman
berakohol,
Mengandung etanol etil alkohol, yang berpengaruh
menekan susunan syaraf pusat,dan sering menjadi bagian dari kehidupan manusia
sehari-hari dalam kebudayaan tertentu..
Ada 3 golongan
minuman berakohol, yaitu :
- Golongan A :
kadar etanol 1-5%, (Bir)
- Golongan B :
kadar etanol 5-20%, (Berbagai jenis minuman anggur)
- Golongan C :
kadar etanol 20-45 %, (Whiskey, Vodca, TKW, Manson House,Johny Walker, Kamput.)
b)
Inhalansia (gas
yang dihirup) dan solven (zat pelarut) mudah menguap
berupa
senyawa organik, yang terdapat pada berbagai barang keperluan rumah tangga,
kantor dan sebagai pelumas mesin. Yang sering disalah gunakan, antara lain :
Lem, thinner, penghapus cat kuku, bensin.
c)
Tembakau :
Pemakaian
tembakau yang mengandung nikotin sangat luas di masyarakat., pemakaian rokok
dan alkohol terutama pada remaja, harus menjadi bagian dari upaya pencegahan,
karena rokok dan alkohol sering lebih berbahaya.
-
Penggunaan dengan resep dokter : amfetamin, sedatif hipnotika.
-
Diperjual belikan secara bebas : lem, thinner dan lain-lain.
- Ada
batas umur dalam penggunannya : alkohol, rokok.
d)
SEDATIF-HIPNOTIK
(BENZODIAZEPIN)
Digolongkan zat
sedatif (obat penenang) dan hipnotika (obat tidur) Nama jalanan dari
Benzodiazepin : BK, Dum, Lexo, MG, Rohyp. Pemakaian benzodiazepin dapat melalui
: oral,intra vena dan rectal. Penggunaan dibidang medis untuk pengobatan
kecemasan dan stres serta sebagai hipnotik (obat tidur).
e)
SOLVENT /
INHALANSIA
Adalah uap gas
yang digunakan dengan cara dihirup.
Contohnya :
Aerosol,
aica aibon,
isi korek api gas,
cairan untuk dry cleaning,
tiner,
uap bensin.
Biasanya
digunakan secara coba-coba oleh anak dibawah umur golongan kurang mampu/ anak
jalanan. Efek yang ditimbulkan : pusing, kepala terasa berputar, halusinasi ringan, mual, muntah, gangguan
fungsi paru, liver dan jantung.
f)
ALKOHOL
Merupakan salah
satu zat psikoaktif yang sering digunakan manusia. Diperoleh dari proses
fermentasi madu, gula, sari buah dan umbi-umbian. Dari proses fermentasi
diperoleh alkohol dengan kadar tidak lebih dari 15%, dengan proses penyulingan
di pabrik dapat dihasilkan kadar alkohol yang lebih tinggi bahkan mencapai
100%. Nama jalanan alkohol : booze, drink.
Konsentrasi maksimum alkohol dicapai 30-90 menit setelah tegukan terakhir.
Sekali diabsorbsi, etanol didistribusikan keseluruh jaringan tubuh dan cairan
tubuh. Sering dengan peningkatan kadar alkohol dalam darah maka orang akan
menjadi euforia, namun sering dengan
penurunannya pula orang menjadi depresi.
D.
Ciri-ciri Umum
dari Dampak Bahan Kimia Berbahaya bagi mental dan prilaku
.
Ciri-ciri tersebut antara lain :
a)
Cenderung membrontak dan menolak otoritas
b) Cenderung
memiliki gangguan jiwa lain (komorbiditas) seperti Depresi,Ccemas, Psikotik,
keperibadian dissosial
c)
Perilaku menyimpang dari aturan atau norma yang
berlaku
d)
Rasa kurang percaya diri (low selw-confidence), rendah diri dan memiliki citra
diri negatif (low self-esteem)
e)
Sifat mudah kecewa, cenderung agresif dan
destruktif
f)
Mudah murung,pemalu, pendiam
g)
Mudah mertsa bosan dan jenuh
h)
Keingintahuan yang besar untuk mencoba atau
penasaran
i)
Keinginan untuk bersenang-senang (just for fun)
j) Keinginan
untuk mengikuti mode,karena dianggap sebagai lambang keperkasaan dan kehidupan
modern.
k)
Keinginan untuk diterima dalam pergaulan.
l)
Identitas diri yang kabur, sehingga merasa diri
kurang “jantan”
m)
Tidak siap mental untuk menghadapi tekanan pergaulan sehingga sulit mengambil
keputusan
n)
Kemampuan komunikasi rendah
o) Melarikan diri
sesuatu (kebosanan,kegagalan, kekecewaan,ketidak mampuan, kesepianan kegetiran
hidup,malu dan lain-lain)
p)
Putus sekolah
q)
Kurang menghayati iman kepercayaannya
E.
Karakteristik
orang dari dampak bahan kimia berbahaya
Mereka
mempunyai karakteristik sebagai berikut :
1) ANAK :
Ciri-ciri
pada anak yang mempunyai risiko tinggi terkena bahan kimia berbahaya dirumah antara lain
:
a) sulit memusatkan perhatian pada suatu kegiatan (tidak tekun).
a) sulit memusatkan perhatian pada suatu kegiatan (tidak tekun).
b)
sering sakit
c)
mudah kecewa
d)
mudah murung
e)
agresif
dan destruktif
f)
sering
berbohong, mencari atau melawan tata tertib
g)
Anak denga IQ taraf perbatasan (IQ 70-90)
2. REMAJA :
Ciri-ciri
remaja yang mempunyai risiko tinggi terkena bahan kimia berbahaya dirumah antara lain
:
a)
Rasa rendah diri, kurang percaya diri dan mempunyai citra diri negatif
b) sifat sangat tidak sabar
b) sifat sangat tidak sabar
c)
diliputi rasa sedih (depresi) atau cemas
(ansietas)
d)
cenderung melakukan sesuatu yang
mengandung risiko tinggi/bahaya
e)
cenderung memberontak
f)
tidak
mau mengikutu peraturan/tata nilai yang berlaku
g)
kurang taat beragama
h)
motivasi belajar rendah
i)
tidak suka
kegiatan ekstrakurikuler
j) hambatan atau penyimpangan dalam perkembangan
psikoseksual (pemalu,sulit bergaul, sering masturbasi, suka menyendiri, kurang
bergaul dengan lawan jenis).
k)
mudah menjadi bosan,jenuh,murung.
l)
cenderung merusak diri sendiri
3. KELUARGA
Ciri-ciri
keluarga yang mempunyai risiko tinggi, terkena bahan kimia berbahaya dirumah antara lain
:
a)
kurang
komunikatif dengan anak
b)
terlalu
mengatur anak
c) terlalu menuntut anaknya secara berlebihan
agar berprestasi diluar kemampuannya
d) kurang memberi perhatian pada anak karena
terlalu sibuk
e)
kurang
harmonis,sering bertengkar,orang tua berselingkuh atau ayah menikah lagi
f)
tidak memiliki standar norma baik-buruk atau benar salah yang jelas
g) tidak dapat menjadikan dirinya teladan
g) tidak dapat menjadikan dirinya teladan
SUMBER RUJUKAN
Declerg. L. 1994. Tingkah Laku Abnormal, Sudut
Pandang Perkembangan. Jakarta: Grasindo
Soekadji, S. 1990. Pengantar Psikologi.Jakarta
Soekadji, S. 1990. Pengantar Psikologi.Jakarta
Sulistyaningsih. 2002. Psikologi Abnormal dan
Psikopatologi. Malang: STIT Malang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar